Moderat Reviews

Film berjudul Wawancara dengan Muhammad

Posted on: December 10, 2008

Sebuah film berdurasi 15 menit berjudul “an Interview with Muhammed” diluncurkan oleh politisi Belanda kelahiran Iran Ehsan Jani. Film ini menyusul dua film sebelumnya yaitu Fitna buatan politisi Belanda sayap kanan Geets Wilders dan Submission buatan mantan anggota parlemen Belanda kelahiran Somalia.

Namun film ketiga ini sedikit kontroversi dibandingkan dua film sebelumnya. Dalam film ini Jami tampak sedang mewawancara “Nabi Muhammad” yang dimainkan oleh seorang aktor menggunakan tutup kepala orang Badui dengan muka tertutup masker dari kertas.  Ditampilkannya “Nabi Muhammad modern” yang berpikir bebas guna menghidupkan perdebatan dalam Islam sendiri.  Hal ini dikatakannya untuk menumbuhkan kesadaran melalui reformasi, mengingat waktu sudah berubah.

Inilah Transkrip Film ”An Interview with Muhammed”

 

Suara adzan Ashadu Anna Muhamad Rasullullah 2x

Hayya Al Sholah…

J : Assalamu’alaikum. Terima kasih atas interview ini. Bagaimana saya memanggil anda, Muhammad atau anda memiliki nama akhir.

M : Assalamu’alaikum warahmatullah. Panggil saya Mo akan lebih baik. Saya tahu saat ini banyak yang disingkat. Banyak hal yang berubah. Saya telah melakukan banyak perjalanan akhir-akhir ini. Sangat mudah untuk berkeliling saat ini dan sangat mudah untuk bertemu dengan orang yang berbeda di banyak tempat. Banyak sekali potensi pemahaman penting saat ini.

J : Bicara masalah pemahaman. Seperti anda tahu banyak tentang pembicaraan tentang Islam dan Barat , Islam dan Demokrasi dan tentunya jalan hidup anda tentang kehidupan orang Islam sekarang. Jadi kita mulai awal kehidupan kita dan saya ingin tahu apakah pandangan anda tentang Islam.

M : Saya paham, banyak kebingungan apa yang terjadi pada 1400 tahun yang lalu. Ini merupakan kesempatan baik saya untuk menyampaikan yag benar.

J : Jadi anda akan menulis ulang sejarah ?

M : Setiap karakter sejarah selalu ada kendala dengan fakta dan standar yang berbeda. Fakta tidak dapat dituliskan kembali, sedangkan standar dapat.

J : Ya. Bagaimana dapat membedakan fakta dengan standar.

M : Saya adalah pelaku dan sekaligus yang memiliki drama.

J : Tetapi drama bukan tragedi.

M : Saya tidak pernah meninggalkan pertunjukan. Ini yang kamu sebut emansipasi.

J : Mari kita membuat sesuatu menjadi jelas. Kita mulai dari awal. Siapa nama ayah anda dan ibu anda.

M : Bapak saya Abdullah bin Abu Talib dan ibu saya Aminah binti Wahab.

J : Seperti apa ayah anda dan seperti apa ibu anda ?

M : Saya punya sedikit ingat tentang ibu saya, ketika saya umur 6 tahun ibu saya meninggal sedangkan ayah saya meninggal sebelum saya lahir. Saya yatim piatu.

J : Saya ikut sedih mendengarnya.

M : Saya dibesarkan oleh kakek saya Abdul Thalib diumur 8 dan akhirnya pada paman saya Abu Thalib. Saya sedang main di luar dengan anak-anak dan berbicara dengan paman saya. Kamu memiliki ayah yang terbaik.

J : Apakah kamu tahu akan menjadi nabi suatu hari ?

M : Ya, saya punya mimpi tentang itu tetapi saya tidak tahu apa maksudnya.

J : Apakah anda ingat masa dewasa anda.

M : Paman saya biasa menceritakan cerita besar tentang seseorang bernama Yesus dan 11 pembantunya, tentaranya atau sesuatu. Saya ingin seperti dia dan saya pikir kita hidup dalam harapan-harapan. Saya bertemu dia dan sebenarnya kami adalah sahabat yang baik. Kita main bersama-sama, kadang-kadang main poker dan berbuat sedikit curang dan tertawa setelah itu. Dan tentunya, kita tidak bertaruh dengan uang.

J : Apakah anda memiliki pendidikan ?

M : Tidak, tetapi saya bijaksana. Hidup adalah pendidikan saya dan hidup tidak memiliki perspektif. Saya ingin melakukan sesuatu untuk manusia dan juga mencari istri yang baik. Saya bertemu Khadijah dan ketika umur dua lima saya menikah. Ia lima belas tahun lebih tua dari saya.

J : Apakah ia menggangu anda.

M : Dalam cinta usia tidak ada artinya. Kalau kita cinta semuanya mungkin.

J : Namun anda membagi hati. Anda memiliki istri lebih dari 20 dan mendatangi semua istri anda dalam satu malam. Apakah benar ?

M : Benar. Pernikahan adalah bisnis dan pernikahan adalah politik.

 

Mengutip Shahih Bukhari (rujukan Sunni) da Al Khafi (rujukan Syiah) : Menurut Aisah ia menikah ketika umur enam tahun dan Nabi menggaulinya umur 9 tahun dan bersamanya selama sembilan tahun.

 

J : Saat itu anda berumur 52 tahun dan Aisy 6 tahun. Bagaimana anda menjelaskan ?

M : Lebih komplex dari yang anda pikirkan. Bapaknya Abu Bakar adalah teman sekutu dekat saya. Setelah Khadijah meninggal saya kesepian.

J : Apakah anda meminta persetujuan Aisah untuk menikahinya ?

 

Berlanjut ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: