Moderat Reviews

Terkait Jamaah Ahmadiyah semua Pihak harus Menahan Diri

Posted on: April 23, 2008

Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan  Jaksa Agung, Menteri Agama dan Mendagri tentang Pembubaran Ahmadiyah ditanggapi dingin oleh para pengikut Ahmadiyah sebab semua keputusan adalah ditangan Amir pusat. Amir Jakarta mengatakan tidak menerima hasil dari Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Menurut pimpinan Ahmadiyah pihaknya tidaklah melakukan pelanggaran 12 kesepakatan yang ditandatangani Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah  Indonesia.   Hasrat Mirza Ghulam Ahmad adalah pembawa kabar gembira dan kitab Tazkirah yang masih berbahasa Inggris belum banyak dipahami oleh orang Indonesia.

 

Sikap Amir Indonesia adalah akan membawa permasalahan di Indonesia kepada Khilafah V Internasional Hasrat Mirza Masror Ahmad sebab pengikut Ahmadiyah ada di 187 negara dan umurnya sudah mencapai satu abad. Yang pasti akibat dari pelarangan tersebut telah mengakibatkan Jamaah Ahmadiyah Nusa Tenggara Barat mencari suaka ke Australia dan Jepang. Terkait hal ini muncul kesadaran dari DPW Jamaah Ahmadiyah Purwokerto (dengan pengikut ratusan) yang telah mengadakan kerjasama dengan pimpinan di Parung dan kesediaan untuk menampungnya.  Di Purwokerto sendiri, menurut Rahmad Rahmadijaya,  acara-acara pengajian tahunan seperti Jalsah Salasah masih dipersulit perijinannya.

 

Sementara itu, menyikapi Bakorpakem Jamaah Ahmadiyah Padang masih tenang-tenang saja. Jamaah Ahmadiyah di Sumatera Barat adalah Jamaah Ahmadiyah tertua dibawa Maulana Rahmat Ali, warga India,  bulan Oktober 1925 yang asal mulanya ditolak di Aceh.  Demikian yang dikatakan oleh Ketua DPW Jamaah Ahmadiyah Sumbar-Kelinci JS Nurin.  Sekretariat awalnya di kawasan Pasar Miskin atau  loak Padang. Pada 1950 sekretariatnya pindah ke Jalan Bandar Olo, saat ini adalah tempat les computer.  Atas wakaf tanah slah seorang jamaat yang kaya benama Bagindo Zakaria maka pada 1956 pindah ke jalan Agus Salim no.5 Padang. Kepengurusan Ahmadiyah mengacu kepada Ahmadiyah pusat di Jakarta. Pemilihan pengurus dilakukan tiga tahun sekali secara demokrasi. Pimpinan pusat dipilih oleh anggota melalui Rakernas yang selanjutnya disebut Amir. Selesai pusat baru dipilih wilayah dan cabang.

 

Jamaah Ahmadiyah dapat digolongkan sebagai jamaah yang mapan. Kepemimpinan terbagi dua kepemimpinan struktural cabang H. Syaiful Anwar dan pemimpin rohani mubaligh dipimpin Mudassir. Saat ini Ahmadiyah Padang memiliki 20 orang pengurus terdiri dari ketua, sekretaris dari berbagai bidang tarbiyah, tabligh dan taklim dengan sembilan cabang di sejumlah Kabupaten dan Kota Ujung Gading Pasaman, Talang Kab Solok dan Kab Batusangkar. 

 

Menyikapi kejadian tersebut di atas maka seluruh anak bangsa terutana orang Islam harus menahan diri dan tetap bersikap bijak. Tindakan penangkapan apalagi penyisiran seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang (Musafir FPMB, M Arsyad H Ali FSMB, Ridwan alias Abang Laskar Jundullah)  di Kabupaten Bulukumba terhadap markas Ahmadiyah di desa Garanta, kecamatan Ujungloe pimpinan Ustad Murtiono Yusuf Ismail tidak dapat dibenarkan. Kebesaran dan pluralisme bangsa ini harus ditegakkan dengan tetap menjunjung tinggi hukum.   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: